Tahun 2020, Populasi Kristen Sedunia 2,6 Milyar Orang

0
2611

regional

(Sumber: Center for the Study of Global Christianity at GordonConwell Theological Seminary)

Umat Kristen akan berjumlah 2,6 Milyar orang pada tahun 2020. Pertumbuhan Kekristenan terbesar terjadi di belahan dunia Selatan. Sedang perkembangan Kekristenan di Dunia Utara akan terus merosot/mundur. Orang Kristen di Dunia Utara berjumlah 80% dari semua orang Kristen pada tahun 1910, akan tetapi saat ini persentasenya kurang dari 40%. Demikian hasil pengkajian dan prediksi tentang Kekristenan global masa depan yang dilakukan oleh Center for the Study of Global Christianity at Gordon Conwell Theological Seminary, sebuah STT Protestan terkemuka di AS. Hasil pengkajian tersebut berjudul,”Christianity In Its Global Contexts, 1970-2010” dan merupakan analisis menyeluruh atas perkembangan agama Kristen dari tahun 1970 sampai dengan tahun 2010, dan prediksi obyektif ke depan sampai tahun 2020 berdasarkan perincian konteks sosial dan agama di enam benua.

 

Pdt. Prof. DR. Todd Johnson
Pdt. Prof. DR. Todd Johnson

Pdt. Prof. DR. Todd Johnson, seorang ahli demografi dan direktur Center for the Study of Global Christianity (CSGC) memaparkan, penurunan jumlah orang Kristen di Dunia Utara yaitu di Amerika Utara dan Eropa sangat mengkhawatirkan dan menakutkan. Faktor utama menurunnya populasi Kristen di dunia Utara adalah karena sekularisasi (sekularisme) sangat kuat disana, terutama di Eropa. Akan tetapi, meskipun secara umum mengalami penurunan selama seabad lalu, Kekristenan mulai mengalami kebangkitan lagi sejak tahun 1970. Afrika dan Cina yang mengalami pertumbuhan agama Kristen yang paling pesat.  Mayoritas pertumbuhan orang Kristen terjadi di Afrika, Amerika Selatan dan Oceania (Negara-negara di samudera Pasific termasuk Australia). Pertumbuhan persentase terbesar terjadi di Asia, walaupun agama Kristen masih tetap minoritas disana. Pada tahun 1970, 41,3% dari semua orang Kristen berasal dari Afrika, Asia atau Amerika Latin. Pada 2020, angka ini diproyeksikan menjadi 64,7%.

Pada tahun 1970, hampir 80% populasi dunia menganut agama tertentu. Pada 2010 jumlah orang yang beragama naik menjadi sekitar 88%, pada tahun 2020 diperkirakan akan naik lagi menjadi sekitar 90%

Pada tahun 1970, gabungan populasi Kristen dan Islam berjumlah 48,8% dari total populasi dunia. Pada tahun 2020, jumlah populasi Kristen dan Islam mencapai 57,2% dari total populasi dunia.

Menurut laporan CSGC, agama Kristen di Eropa naik dari 75%  (dengan jumlah 492 juta jiwa) pada tahun 1970 menjadi 78,6% (580 juta jiwa) pada tahun 2010, hal ini terjadi karena ambruknya komunisme di Eropa Timur. Jadi, data global ini membalikkan gambaran umum tentang tren agama Kristen di Eropa, seolah-olah agama Kristen semakin menyusut selama 40 tahun belakangan ini,- akan tetapi Kekristenan justru bertumbuh 3,6% di Eropa selama periode 1970-2010. Akan tetapi, laporan ini memperkirakan bahwa agama Kristen di Eropa akan menurun menjadi 78,0 % pada tahun 2020. Itu artinya saat ini kekristenan di Eropa kembali menurun sampai akhir dekade ini.

“Kaum sekularis, atheis, agnostik dan evolusionis berusaha menghancurkan Kekristenan secara sistematis dengan mempropagandakan bahwa agama Kristen merupakan “mitos”, “takhyul” atau “candu masyarakat”. Dengan mengatasnamakan dan mendompleng sains modern, kaum anti-kris membajak kurikulum pendidikan di Eropa dan AS menjadi atheistis, menghapuskan nilai-nilai dan ajaran Kristen (warisan Judeo-Kristen) dan menggantikannya dengan humanisme atheistis. Penganut agnostisisme merupakan kelompok kedua terbesar di Amerika Utara, mereka diperkirakan akan berkembang tiga kali lipat lagi di AS dan Kanada pada tahun 2020. Hal inilah salah faktor utama penyebab menurunnya Kekristenan di Eropa dan AS. Migrasi dan angka tingkat kelahiran yang rendah juga menjadi faktor besar dalam perubahan demografis ini. Di Eropa dan AS, penganut Islam berkembang cukup sinifikan.”tambahnya.

Di Amerika Utara, Kekristenan diperkirakan mengalami kemunduran dari 91% pada tahun 1970 menjadi 76,9% pada tahun 2020. Kemunduran drastis terjadi di Kanada, dimana populasi Kristen jatuh dari 94,5% pada tahun 1970 menjadi 69,4% pada tahun 2010, dan diperkirakan akan turun lagi menjadi 66% pada tahun 2020. Sementara itu di AS, populasi Kristen jatuh dari 90,9% pada tahun 1970 menjadi 80,1% pada tahun 2012, dan diperkirakan akan menurun lagi menjadi 78,1% pada tahun 2020. Kelompok Protestan liberal di AS semakin merosot, sementara itu kelompok Protestan Injili/fundamentalis (termasuk didalamnya aliran Pentakosta/Kharismatik) semakin berkembang pesat.

Meskipun mengalami kemunduran di Eropa dan Amerika Utara, dari proyeksi 2,6 Milyar orang Kristen, kelompok-kelompok Protestan beraliran Injili dan Pentakosta seperti Gereja Sidang Jemaat Allah (Assemblies of God), Church of God, Foursquare, dan lain-lain akan bertumbuh menjadi 700 juta jiwa. Mulai tahun 2020, kaum Protestan Injili (Pentakosta/Karismatik) berjumlah lebih dari 27,8% dari total populasi Kristen. Johnson menyatakan sulit menyusun statistik kaum Injili dan Pentakosta, karena saling tumpang tindih dalam banyak hal, baik secara organisasi maupun keanggotaan gereja. Saat ini hampir setengah dari gereja-gereja Karismatik telah beralih ke Gerakan Reformasi Apostolik (New Apostolic Reformation) yang dipimpin oleh Peter Wagner, Bill Hamon dll, dan tidak mengasosiasikan diri lagi dengan aliran Pentakosta/Karismatik. Kelompok ini menyebut era sekarang sebagai “Post-Pentecostal Era/Post Charismatic Era” atau New Apostolic Reformation Era. Menurut klaim kaum pengikut Gerakan Apostolik Baru ini, jumlah mereka sudah mencapai 100-300 juta jiwa lebih.

Di Amerika Latin, jumlah penganut Kristen diperkirakan menurun dari 94,2% pada tahun 1970 menjadi 92,1% pada tahun 2020. Pada tahun 1916, ada 123.000 orang Protestan di Amerika Latin. Tahun 1937, 1.300.000 orang. Tahun 1985, ada 10 jutaan orang. Saat ini populasi Protestan di Amerika Latin sudah menembus angka 97,5 juta jiwa. Populasi Protestan pada tahun 2020 di Amerika Latin diperkirakan akan mencapai 40% dari keseluruhan populasi. Populasi Protestan di Brazil akan mencapai 109 juta jiwa pada tahun 2020.

Kekristenan juga diperkirakan akan terus berkembang di Asia, naik dari 4,5% pada tahun 1970 menjadi 9,2% pada tahun 2020. Demikian juga populasi Kristen di Afrika diproyeksi akan naik dari 38,7% pada tahun 1970 menjadi 49,3% pada tahun 2020. Penganut Katolik Roma dan Anglikan berkembang cepat di Afrika. Tahun 2000, penganut Gereja Anglikan di Afrika lebih lebih besar daripada di tempat asal-usulnya di Eropa.

Kekristenan akan terus berkembang pesat di Afrika. Pada tahun 1970, terdapat 143 juta jiwa (38,7%), pada tahun 2020 populasi Kristen diperkirakan akan mencapai 630 juta jiwa (49,3%) di Afrika. Jumlah populasi Katolik di Afrika pada tahun 1970 adalah  44,9 juta (12,2% dari total populasi Afrika). Pada tahun 2020 populasi Katolik menjadi 232 juta (17,3%). Anglikan akan bertumbuh dari 7,7 juta jiwa (2,1%) pada tahun 1970 menjadi 50,8 juta (5%) pada tahun 2020.

Telah terjadi perubahan demografis Kristen yang besar dari Eropa dan Amerika Utara ke Asia, Afrika dan Amerika Latin.

Saat ini 33% populasi dunia adalah penganut Kristen (semua aliran), sementara Islam 22% (naik dari 12,6% pada tahun 1910)

Kalau tren-tren saat ini berlanjut, pada tahun 2050, 36% dari populasi dunia akan menyebut dirinya Kristen. Dan pada tahun 2100, dua-pertiga dari populasi dunia adalah Kristen atau Islam. (Hotben Lingga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here