Peradaban Barat Sedang Krisis, Perlu Dire-evangelisasi!

0
484

Pdt. DR. Willem “Bill” Hekman

Pdt. DR. Willem “Bill” Hekman
Pdt. DR. Willem “Bill” Hekman

“Dunia dan Peradaban Barat sedang dalam cengkeraman krisis spiritual dan moral. Negara-negara Barat sebagian besar sudah meninggalkan dasar-dasar Kristen, sedang dunia Timur sedang terendam arus fundamentalisme dan radikalisme yang berusaha mencabut/membasmi semua pengaruh alkitabiah/kekristenan. Kekristenan di Eropa sedang krisis, sedang di AS sedang stagnan. Biara-biara yang indah, katedral-katedral yang besar sekarang ini kebanyakan hampir kosong pada setiap ibadah minggu. Krisis itu disebabkan antara lain, Pertama karena pengaruh Filsafat Pencerahan, Humanisme Sekuler (Sekularisme) dan Teori Evolusi Darwin yang sangat anti Tuhan/anti agama. Kedua, karena ide Sinkretisme dan Gerakan Ekumenisme yang tidak alkitabiah (Kompromisme & Relativisme). Ketiga, karena teologi Liberal yang tidak lagi memegang teguh ajaran standar/alkitabiah iman Kristen. Keempat karena berubahnya nilai-nilai dan pandangan tentang  keluarga dan seks, dari yang alkitabiah ke non-alkitabiah. Dan kelima, karena pengaruh “Gerakan Atheisme Baru/Modern” (dengan tokoh-tokoh utama seperti Richard Dawkins, almarhum Christopher Hitchens, Daniel Dennett dan Sam Harris). Faktor-faktor itu yang membentuk dan mempengaruhi pemikiran, moralitas dan kehidupan orang Eropa dan AS selama ini”demikian papar Pdt. DR. Willem Hekman, pendeta di Calvary Life Fellowship di Lippo Karawaci, ketika menerima audiensi Tabloid Tritunggal dan Suara Kristen, di kantornya di daerah Lippo Karawaci.

“Karena itu, Gereja-gereja dan umat Kristen yang sedang bertumbuh pesat di benua selatan dan di Timur Jauh, seperti di Amerika Latin, Afrika, India, Cina,  Korea Selatan dan Indonesia, harus mengirim misionaris ke Eropa dan AS untuk menginjili dan mengkristenkan kembali Eropa dan AS. Tantangan besar untuk orang Kristen di Eropa dan AS adalah menerima pimpinan dan tuntunan dari orang/masyarakat yang dulu mereka ajari. Para murid sekarang menjadi lebih dinamis, kuat, berkualitas secara rohani, iman dan lain-lain. Sekarang guru-guru harus menerima tuntunan dan sokongan dari murid-muridnya. Orang Kristen di Eropa dan AS tidak lagi menjadi “kepala” dan “sokoguru” kekristenan dunia. Orang-orang Kristen di luar Eropa dan AS yang akan memimpin kesaksian Kristen!”tegas kordinator di Teen Missions International in Indonesia ini.

“Kekristenan sejati/alkitabiah adalah fondasi sejati dari peradaban Barat. Eropa dan AS menjadi kuat dan besar adalah karena dibangun di atas batu karang yang teguh, yaitu Tuhan Yesus. Ajaran Kristen yang menekankan kebajikan/keunggulan moral, kekudusan hidup, pertobatan pribadi, tanggung-jawab moral, kebebasan/kemerdekaan di dalam Tuhan, takut akan Tuhan dan kasih kepada Tuhan dan sesamanya, dan kekudusan seksualitas serta integritas keluarga, adalah pilar kemanusiaan, kebudayaan dan peradaban.”tambahnya lagi.

“Ini tanda-tanda Gereja yang sedang krisis atau menjadi sekuler: Pertama, Mengajarkan bahwa Alkitab tidak diinspirasi Allah, bisa salah, dan bukan otoritas tunggal, bukan satu-satunya acuan atau panduan dalam iman Kristen. Serta sama seperti seperti buku-buku agama lainnya. Kedua, Mengajarkan bahwa masih ada jalan-jalan keselamatan yang lain kepada Tuhan selain melalui Yesus. Jadi, Yesus bukan satu-satunya jalan kepada Tuhan atau bukan satu-satunya jalan keselamatan. Ini salah, karena Alkitab mengajarkan hanya Yesuslah satu-satunya jalan keselamatan ke surga, satu-satunya jalan ke Tuhan. Ketiga, Mengajarkan tidak ada kebenaran mutlak/absolut atau kesalahan absolut.Ini adalah relativisme moral yang menjadi norma masyarakat saat ini. Alkitab mengajarkan kepada kita ada kebenaran absolut atau kesalahan absolut. Tanpa absolut moral tak seorangpun bisa menyatakan sesuatu itu benar atau salah. Keempat, Mengajarkan bahwa Yesus bukan (satu-satunya) Tuhan dan bukan satu-satunya Juruselamat. Mereka mengajarkan Yesus hanyalah seorang Guru moral, dukun atau tabib biasa. Cerita tentang kejatuhan manusia ke dalam dosa, cerita tentang kebangkitan/kenaikan Kristus hanyalah mitos dan legenda yang tidak berdasar historis. Kelima, Mereka menyetujui homoseksualitas dan lesbianisme dan pernikahan sejenis. Keenam, Mereka tidak mencela dosa-dosa masyarakat seperti aborsi, seks bebas dan perzinahan. Ketujuh, Mereka tidak mengirim misionaris dan tidak melakukan penginjilan atau kesaksian. Kedelapan, Mereka menerima dan mengajarkan Teori Evolusi Darwin.”jawabnya ketika titanya tentang tanda-tanda atau ciri-ciri Gereja yang sudah menjadi sekuler, liberal dan sedang krisis.

“Pertobatan, minta pengampunan dosa, kembali kepada Kristus, mencari/mengenal kehendak Tuhan, ketaatan kepada Tuhan, dan meminta pencurahan Roh Kudus untuk kebangunan rohani adalah kunci pemulihan dari krisis multi-dimensi Eropa dan AS saat ini. Hanya Tuhan Yesus dan Kekristenan yang Injili yang bisa memulihkan Eropa dan AS dari kutuk dan malapetaka krisis!”katanya ketika mengakhiri pembicaraan dengan Tabloid Tritunggal dan Suara Kristen (Rebeka Harsono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here