Dengan Kuasa Roh Kudus Kita Jungkirbalikkan Dunia

0
361

Pdt M Ferry H Kakiay, M.Th

ferrySebagai orang percaya kita memerlukan kuasa Roh Kudus. Yesus tahu apa yang diperlukan untuk membangun sebuah Gereja  dimana alam maut tidak bisa menguasai/mengalahkannya dan persis itulah  apa yang Yesus lakukan. Setelah kebangkitan-Nya Dia memberikan beberapa rasul, nabi, penginjil, gembala (pendeta) dan guru untuk menyempurnakan orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan. Ini berarti Dia mengurapi lima karunia pelayanan  untuk memperlengkapi dan memberdayakan kita untuk memajukan Kerajaan Allah. Ia juga mengutus Roh Kudus bagi kita. Yesus berkata, “Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia padamu” (Yoh 16:7). Penghibur itu adalah Roh Kudus.

Yesus adalah Firman Allah yang menjadi daging. Dia tidak pernah menjadi Allah karena Dia selamanya adalah Allah. Dia juga Firman Allah yang berinkarnasi, “Immanuel, Tuhan beserta kita.” Di Sungai Yordan kita membaca bahwa Yesus dibaptis dalam air oleh Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis adalah nabi terakhir Perjanjian Lama. Pertemuan antara Yohanes dan Yesus ini merupakan transisi besar dari Perjanjian Lama menuju Perjanjian Baru (gelombang baru sedang datang). Pada baptisan air Roh Kudus turun atas Yesus seperti burung merpati. Roh Kudus bukan burung merpati, api, air, benda, barang, atau perasaan, Dia adalah pribadi ketiga dari Allah Tritunggal. Perhatikan Tritunggal dalam ayat dibawah ini: Bapa, Anak dan Roh Kudus.
“Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan:”Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (Mat 3: 16-17)

Sekali lagi, Roh Kudus adalah pribadi ketiga dari Tritunggal Maha Kudus. Dia adalah sepenuhnya Allah seperti Bapa dan Anak adalah Allah. Sebelum Yesus dibaptis oleh Roh Kudus tidak ada mujizat, penyembuhan, pengusiran setan, berjalan di atas air, meredakan angin topan, melipatgandakan roti dan ikan atau membangkitkan orang mati. Dengan kata lain, tidak ada manifestasi Kerajaan Allah. Ini kebenaran yang sederhana namun amat besar, Yesus, Firman Allah yang menjadi daging, tidak  melakukan mujiat sampai Roh Kudus turun ke atasNya.

Yang Diurapi

 

Memang benar menyebut Yesus sebagai Kristus. Kristus berarti “Yang Diurapi”. Akan tetapi, Yesus, tidak menjadi Kristus sampai Roh Kudus turun keatasNya. Kitab Injil mengajarkan bahwa Yesus Sang Firman pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Mari kita lihat:

Baca juga  UNIVERSITAS CENDERAWASIH BUKAN KAMPUS SEPARATIS ! ( Perspektif Politik Identitas )

 

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.” (Yoh 1:1-3).

 

Yesus adalah Anak Tunggal Allah, Anak Domba Allah yang diutus sebagai korban penebusan/pendamaiaan dosa kita dan sebagai Raja Pembaharu/Pemulih. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada_nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16). Ini adalah pelayanan Anak Domba Allah yang memikul dosa dunia. Salib adalah bagian yang paling banyak dikotbahkan tentang pelayanan Kristus, tetapi Dia adalah juga Raja yang membaharui (Kis Rasul 3:21). Kristus tidak hanya datang sebagai Anak Domba Allah tetapi juga sebagai Adam Terakhir. Sebagai Adam Terakhir, Kristus mewahyukan bagaimana cara memanifestasikan KerajaanNya sesudah dibaptis oleh Roh Kudus (1 Kor 15:45). Dia berkata,”Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnyaKerajaan Allah sudah datang kepadaMu “ (Luk 11:20)

 

PEMULIHAN KERAJAAN

 

Kitab Injil mengajarkan bahwa Yesus datang untuk “mencari dan menyelamatkan yang terhilang” (Luk 19:10). Yang terhilang adalah Kerajaan Allah. Setelah Kristus dibaptis oleh Roh Kudus, Dia dipimpin oleh Roh ke padang gurun untuk menghadapi Setan. Selama konfrontasi ini Setan memperlihatkan pada Yesus semua kerajaan dunia. Setan mengatakan kerajaan dunia ini adalah miliknya. Mari kita baca jawaban Kristus.

 

“Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepadaNya semua kerajaan dunia. Kata Iblis kepadaNya:”Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepadaMu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja kukehendaki. Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milikMu. Tetapi Yesus berkata kepadanya:”Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti” (Luk 4:5-8)

 

Kerajaan Allah adalah perihal tentang otoritas, kuasa dan mandat ilahi. Kuasa yang diberikan kepada Adam dan Hawa adalah sebagai “Imam Rajani, Penguasa, Pemerintah dan Mandatoris atas semua ciptaan Allah dan alam semesta ini”. Kuasa itulah yang direbut  Setan ketika Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, memberontak kepada Penciptanya. Setan berpikir dia sedang berbicara dengan seseorang seperti Adam yang pertama, tetapi tidak demikian halnya. Setan sekarang sedang berbicara kepada Kristus, Yang Diurapi. Setelah konfrontasi ini Yesus masuk ke Bait Allah dan membaca ayat ini:

Baca juga  JASMERAH

“Roh Tuhan ada padaKu, karena Ia telah mengurapi Aku untuk memberitakan Injil kepada orang miskin; Ia telah mengutus Aku untuk menyembuhkan orang-orang yang patah-hati, untuk memberitakan pembebasan bagi para tawanan, dan memulihkan penglihatan orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang”(Luk 4:18-19)

 

Yesus mengungkapkan sesuatu yang sangat penting bagi kita untuk dipahami. Dia diurapi oleh Roh Kudus. Yesus tidak mengurapi diriNya sendiri. Seperti yang telah disebutkan diatas, sebelum Yesus diurapi oleh Roh Kudus, tidak ada tanda-tanda, keajaiban, atau mujizat-mujizat. Singkatnya adalah: jika Yesus memerlukan pengurapan Roh Kudus untuk memanifestasikan Kerajaan Allah, apalagi kita.

 

MENJUNGKIRBALIKKAN DUNIA

 

Yesus adalah seorang revolusioner terbesar sepanjang masa. Ia menolong, mengikuti dan memakai murid-muridNya untuk menjungkirbalikkan dunia. Kita adalah bagian dari tentara revolusioner Allah, Imamat Rajani (1 Pet 2:9). Setelah kebangkitan Kristus Dia bertemu dengan para pengikutNya. Mereka sangat ingin memulai pelayanan mereka tetapi Yesus tahu mereka membutuhkan kuasa Roh Kudus agar berhasil. Bagaimanapun juga, mereka akan menghadapi kerajaan Setan, kekuatan dan roh-roh jahat di udara. Seperti kita, mereka harus melawan roh-roh agama palsu, ilmu sihir, roh Izebel dan pasukan anti-Kristus. Dia sudah banyak mengajar mereka tentang pelayanan Roh Kudus, sebagaimana dinyatakan dalam Firman Tuhan ini:

“Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diriNya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarNya itulah yang akan dikatakanNya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimaNya daripadaKu’(Yoh 16: 13-14).

 

Perhatikan Roh Kudus sebagai:

  • Guru
  • Penghibur
  • Penuntun kepada kebenaran
  • Penyingkap/Pewahyu.

 

Roh Kudus juga memberdayakan kita untuk memanifestasikan/mewujudkan Kerajaan Allah. Murid-murid Kristus sebagai pengubah dunia sangat ingin memulai pelayanan tetapi Yesus memberitahu mereka untuk menantikan “Janji Bapa”, Roh Kudus”, yang akan menaungi mereka dengan Kuasa dari Surga.

Baca juga  UNIVERSITAS CENDERAWASIH BUKAN KAMPUS SEPARATIS ! ( Perspektif Politik Identitas )

 

“Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal disitu menantikan janji Bapa, yang demikian kataNya-“Telah kamu dengar daripadaKu. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.” (Kis 1:4-5)

 

Roh Kudus yang dijanjikan Bapa akan memberdayakan murid-murid Kristus untuk menyerang, menduduki dan menjungkirbalikkan kuasa dunia untuk Kristus.

 

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem, dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi’ (Kis 1:8)

 

Kita harus dibaptis dalam Roh Kudus dengan tanda-tanda seperti kelahiran baru, pembaharuan batin,  pertobatan pribadi, penyerahan hidup secara total kepada Allah, hidup suci, hati yang rindu berdoa/bersekutu dengan Tuhan, aktif bersaksi/memberitakan Injil, ketaatan pada Roh Kudus dan memikul salib sampai akhir hayat. Ketika kita menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi dan meminta Roh Kudus masuk dan menguasai hidup kita maka kita telah dibaptis dengan kuasa Roh Kudus, kuasa dari Allah yang Maha Tinggi.

 

Saat ini Tuhan ingin kita mengalami pelayanan profetis (sebagai Nabi Allah), memiliki pengetahuan tentang wahyu, diurapi untuk menghentikan perlawanan Setan, memahami misteri-misteri Kerajaan Allah, membangun budaya Kerajaan (sebagai imamat rajani), membuka kunci otoritas rohani, beralih menjadi “rasul” (seperti Nommensen, Hudson Taylor, William Carey dll) dan menjelajahi karunia-karunia Roh Kudus. Roh Kudus sekarang  ingin kita menyerang, menduduki dan mempengaruhi dunia ini untuk Kristus, karena kita telah diberi otoritas/kuasa untuk melakukan penaklukan dan pendudukan rohani dan menjungkirbalikkan kuasa-kuasa kerajaan dunia. Dan melakukan restorasi terhadap segala hal.

 

Ya Roh Kudus, baptislah umatMu, curahkanlah RohMu bagi UmatMu sekarang agar umatMu hidup dan bersaksi dengan penuh kuasa, melakukan tanda-tanda ajaib, perkara-perkara besar, mujizat-mujizat dahsyat seperti yang Kristus dan Rasul-rasulMu lakukan bahkan yang lebih besar untuk memanifestasikan KerajaanMu! Amin! (Dari berbagai sumber)

 

Penulis adalah mantan Sekum Sinode Gereja Bethel Indonesia (GBI).